Suara.com - Perlambatan ekonomi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia telah membuat sebagian industri otomotif terkena dampak. Soalnya, daya beli masyarakat menurun.
Seperti yang dirasakan perusahaan otomotif asal Jepang, Suzuki. Suzuki mengalami penurunan penjualan sebesar 18 persen sepanjang 2015.
"Sepanjang 2015 Suzuki telah mampu menjual kendaraan roda empat sebesar 1,031, 422 unit. Angka ini mengalami penurunan sekitar 18 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2014 sebesar 1,195,405 unit," kata Deputi Managing Director 4W PT. Suzuki Indomobil Sales, Davy J. Tuilan, dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2016).
Ia menjelaskan selain faktor daya beli masyarakat, penyebab penjualan Suzuki turun adalah para leasing takut memberikan kredit kepada konsumen.
"Selama ini kan kalau mau beli mobil, 70 persen itu melalui leasing. Jadi mereka pada takut kalau mau kasih kredit. Karena, banyak yang defaulted karena perlambatan ini. Jadi dia memperketat untuk pemberian kredit. Konsumen yang dulunya pernah kredit aja, kalau mau ngajuin lagi harus survei lagi. Padahal kan tinggal kasih aja karena dulu pernah kredit kan," katanya.
Hanya saja, kata Davy, penurunan penjualan mobil jenis Low Cost Green Car tidak terlalu banyak.
"Untuk ada LCGC, kalau nggak ada penjualan kita bisa turun sangat jauh. Yang LCGC juga mengalami penurunan sekitar 15 persen," katanya.
Davy tetap optimistis pasar industri otomotif Tahun Monyet Api ini akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik