Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB 19/2/2016), setelah laporan lapangan pekerjaan yang keluar dari negara itu positif.
Dalam pekan yang berakhir 13 Februari, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan musiman mencapai 262.000, turun 7.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya 269.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis.
Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 273.250, turun 8.000 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya 281.250.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,18 persen menjadi 96,960 pada akhir perdagangan.
Pada sesi sebelumnya, Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan moneter pada Januari. Menurut risalah, para pembuat kebijakan bank sentral khawatir bahwa penurunan harga minyak mentah dan kekacauan pasar keuangan global dapat menimbulkan risiko bagi perekonomian AS.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1092 dolar dari 1,1142 dolar sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4321 dolar dari 1,4280 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7154 dolar dari 0,7172 dolar.
Dolar dibeli 113,57 Jepang, lebih rendah dari 113,83 yen dari sesi sebelumnya. Dolar naik ke 0,9953 franc Swiss dari 0,9916 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3740 dolar Kanada dari 1,3714 dolar Kanada. (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
-
Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?
-
Inspiratif, Kisah Mantan TKI Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026