Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Rancangan Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan telah disepakati Komisi XI DPR. Dia mengatakan RUU tersebut sudah bergulir sejak delapan tahun yang lalu.
"Ini sudah optimal antara pemerintah dan DPR. Tentunya sudah memasuki semua pertimbangan politis, teknis sehingga kita harapkan keberadaan UU ini bisa membuat sistem keuangan kita menjadi lebih kuat," kata Bambang saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016).
Ia menjelaskan saat ini, Komisi XI membawa pembahasan RUU PPSK ke dalam rapat mini fraksi. Dalam rapat tersebut, dipastikan tidak ada perubahan substansi yang signifikan.
"Sepertinya tidak ada perubahan. Nanti kan rapat kerja lagi dulu untuk minta pandangan mini fraksi. Kalau sudah nanti baru di bawa ke paripurna. Kalau sudah akhirnya Indonesia akan punya UU antri krisis," katanya.
Selain itu, lanjut Bambang, kementerian akan segera menyiapkan format RUU dalam lebih rapi untuk kemudian di bawah ke tahapan selanjutnya.
"Kami akan selesaikan format akhir, akan kami sampaikan pada waktu yang ditentukan insya Allah bisa melakukan rapat kerja," kata dia.
Tag
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun