Menteri Koordimator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, hari ini akan melakukan penandatanganan perjanjian dengan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) terkait pembangunan PLTU yang sudah masuk dalam Financial Close dari Kementerian Kuangan.
Mou Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang berkapasitas 2 X 1.000 megawatt rencananya akan langsung ditanda tangani oleh Menko Perekonomian dan KPPIP.
Berdasarkan agenda yang diterima oleh suara.com, acara penandatangan dimulai pada pukul 11.00, namun hingga berita ini diturunkan acara belum dimulai lantaran para menteri kabinet kerja bidang ekonomi harus memenuhi panggilan mendadak dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Seperti diketahui, PLTU Batang yang bernilai Rp30 triliun itu sudah dapat mencapai perolehan pembiayaan (financial close) dari Kementerian Keuangan.
PLTU ini merupakan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha yang pertama kali ditandatangani perjanjian kerja samanya yaitu pada 6 Oktober 2011.
PLTU Batang ini nantinya akan menggunakan teknologi ultra super critical dengan sistem pengolahan gas buang yang dapat meminimalkan gas emisi/dispersi sehingga ramah lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000