- Mantan Gubernur BI Darmin Nasution menyatakan kebijakan menahan subsidi BBM memicu tekanan terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.
- Peningkatan subsidi BBM akibat naiknya harga minyak global menambah beban fiskal dan menekan nilai mata uang nasional.
- Nilai tukar Rupiah melemah menjadi Rp17.181 per dolar AS di Jakarta pada Rabu karena faktor ketidakpastian global tersebut.
Suara.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2010 - 2013 Darmin Nasution mengatakan kebijakan pemerintah yang menahan subsidi BBM adalah salah satu faktor yang menyebabkan melemahnya nilai tukar Rupiah.
Menurut Darmin, kebijakan menahan harga BBM bersubsidi saat harga minyak mentah dunia meningkat akibat konflik di Timur Tengah akan berimplikasi langsung terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
Saat ditemui dalam acara Simposium PT SMI 2026, Jakarta, Rabu, ia menjelaskan ketika harga minyak global naik sementara harga BBM dalam negeri tetap ditahan, pemerintah harus menanggung selisih biaya melalui subsidi yang lebih besar.
Kondisi ini meningkatkan kebutuhan pembiayaan sehingga memberi tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“Artinya ya Anda (pemerintah) membuat harga BBM di dalam negeri itu tetap tidak naik, misalnya, ya itu dia akan keluar tekanannya di tempat lain (nilai tukar rupiah),” jelas Darmin.
Darmin menekankan bahwa dalam situasi ketidakpastian global saat ini, pemerintah tidak dapat menjaga seluruh indikator ekonomi tetap optimal secara bersamaan.
Kebijakan untuk menahan harga energi perlu diimbangi dengan konsekuensi pada sisi lain, seperti meningkatnya beban fiskal atau tekanan terhadap nilai tukar. Maka dari itu, ia memandang diperlukan penyesuaian kebijakan agar beban tersebut tidak semakin membesar.
"Jadi itu adalah cost yang harus dipikul karena Anda tidak mau adjust di sini (subsidi BBM). Harus ada adjustment supaya yang ke sana semua dia ke nilai tukar," jelas Darmin.
Adapun nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.181 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini ketidakpastian gencatan senjata antara AS dengan Iran.
“Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut guna mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global,” katanya.
Sementara pada Senin awal pekan ini nilai tukar rupiah sempat menguat tipis hingga Selasa. Para analis sepakat penguatan itu disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM dan LPG, khususnya yang tidak menikmati subsidi.
Berita Terkait
-
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
Tanpa Subsidi Harga Pertalite Capai Rp16.000 per Liter
-
Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Persib Bandung Tak Main-main di Piala Presiden 2026, Igor Tolic Siapkan Taktik Kejutan
-
Ulasan Novel Burung-Burung Berkisah: Keindahan Alam dalam Sastra Klasik
-
Daftar Negara yang Bisa QRIS Cross-Border BRImo
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan