PT Garuda Indonesia Tbk kini telah membuka penerbangan dengan rute Jayapura - Makassar - Surabaya dan begitu juga sebaliknya.
"Kita sudah nambah penerbangan dari Surabaya - Makassar - Jayapura," kata General Manager Garuda Cabang Jayapura Yahyudi Kresna, di Jayapura, Rabu (10/8/2016).
Ia menjelaskan, rute tersebut dibuka karena melihat potensi pasar yang selama ini belum terakomodir dengan baik.
Selain itu, hal tersebut untuk memberikan pilihan tambahan bagi penumpang asal Jakarta yang ingin terbang ke Jayapura.
"Jadi sekarang, penumpang dari Jakarta yang selama ini berangkat malam punya alternatif berangkat pagi. Jadi pesawat kami dari Surabaya tidak langsung ke Jayapura, tapi transit ke Makassar," kata dia.
Menurut Wahyudi, pihaknya telah mengatur jadwal penerbangan tersebut agar penumpang asal Jakarta yang ingin berangkat pada pagi hari melalui Jakarta bisa menggunakan penerbangan dari Surabaya.
"Pesawat itu berangkat dari Surabaya 06.10 WIB, sampai di Makassar 08.45 WITA, dan berangkat lagi 09.30 WITA," ujarnya.
"Kalau penumpang tidak kebagian tiket malam dari Jakarta, ada penerbangan kami dari Jakarta - Makassar jam 05.20 WIB, sampai di Makassar 08.45 WITA, jadi dia sampai di Makassar dia pindah pesawat Makassar - Jayapura yang dari Surabaya," katanya.
Diungkapkan juga bahwa sejauh ini penerbangan dari atau ke Jayapura terfavorit adalah dengan menggunakan penerbangan dengan kode GA 656.
"Yang paling favorit penerbangan langsung Jakarta - Jayapura, berangkat 23.20. Okupansinya selalu di atas 85 persen, kalau kelas ekonomi hampir selalu 100 persen," kata Wahyudi. (Antara)
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana