Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah jika ada yang beranggapan dirinya lebih sayang kepada transportasi berbasis online dibandingkan dengan konvensional.
Hal ini menyusul adanya perpanjangan aturan sosialisasi aturan transportasi berbasis aplikasi, yang seharusnya selesai pada 1 Oktober 2016 namun diperpanjang.
"Bukan lebih membela online, ini kan (transportasi berbasis online) sebuah terobosan yang baik. Jadi harus didukung juga. Jadi bukan lebih sayang ke online, kami juga perhatikan yang konvensional," kata Budi saat ditemui di Plaza UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016).
Budi pun menjelaskan, kehadiran taksi berbasis online ini tidak bisa dihindari. Hal tersebut lantaran, masyarakat sudah bergantung dengan transportasi publik dan taksi online hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ini.
"Angkutan aplikasi online sangat inovatif, keniscayaan ini tidak bisa ditolak. Solusi bersamanya, yang taksi konvensional untuk masuk ke online," tegasnya.
Ia pun mengaku, sudah berkomunikasi dengan ketua organda dan para pengusaha transportasi konvensional lainnya untuk masuk dalam pelayanan online.
"Dan mereka juga mengerti, dan mau ikut dalam pelayanan transportasi online ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya