Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan bansos non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 4.589 keluarga senilai Rp8,6 miliar di Kota Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2017).
Bertempat di Kelurahan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon (8/2/2017), acara simbolis penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS-BR) diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Gubernur Maluku Said Assagaf dan Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Kuswiyoto. Program ini merupakan kelanjutan dari program tahun lalu, dimana sepanjang tahun 2016 Bank BRI telah menyalurkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 166.653 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal Rp. 58,2 Miliar di 14 kota di luar Pulau Jawa.
“Kita ingin kedepan seluruh anak Indonesia sehat dan cerdas, karena persaingan 20-30 tahun kedepan akan semakin berat. Bukan antar kota atau kabupaten lagi tapi antar negara. Jadi harus disiapkan betul anak-anak kita biar bisa memenangkan persaingan tersebut,” pesan Jokowi.
Selain bansos PKH, di tahun 2017 BRI juga akan menyalurkan bantuan pangan non tunai. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 391.704 KPM dengan nominal Rp. 517 Miliar di 10 kota di luar Pulau Jawa. "Kedua jenis bantuan tersebut dapat dicairkan menggunakan kartu kombo dari BRI yakni KKS-BRI. KKS-BRI yang bisa disinergikan untuk digunakan dalam penyaluran Program Beras Sejahtera memiliki fungsi ganda, yakni selain menjadi media penyaluran bantuan sosial, berfungsi sebagai database masyarakat," kata Kuswiyoto.
Dukungan BRI melalui platform keuangan digital dapat membuat bansos lebih tepat guna dan tepat sasaran. Di sisi lain, KKS-BRI akan mengedukasi nasabah untuk menabung dan menggunakan uang seperlunya. Dengan mendekatkan akses perbankan ke masyarakat kelas bawah, Bank BRI berperan meningkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat. “Ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen Bank BRI untuk menyukseskan program–program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat,” tutur Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso dalam kesempatan yang sama.
Berita Terkait
-
Program Keluarga Harapan Berkontribusi Turunkan Angka Kemiskinan
-
Bagikan KIP, Presiden Jokowi: Jangan Digunakan Untuk Beli Pulsa
-
Tiba di Ambon, Presiden Jokowi Serahkan PMT, PKH dan KIS
-
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tahun Lalu Rp57,3 Triliun
-
Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Bagi Supplier PT Timah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru