PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi PGN. Salah satunya memberikan bantuan berupa permodalan dan pelatihan ke warga desa di sekitar Stasiun Panaran, Pulau Lance, Batam, Kepulauan Riau.
Divison Head Corporate Social Responsibility PGN Enik Indriastuti mengatakan, pelaksanaan Program Bina Desa seperti di Panaran ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar. Melalui program ini, masyarakat diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya, sehingga secara finansial mereka mendapatkan sumber pendapatan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
"Program Bina Desa adalah upaya PGN untuk memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasi agar mereka mendapat manfaat langsung kehadiran PGN. Melalui sistem pendampingan dan bantuan permodalan, PGN berharap kegiatan ekonomi di wilayah operasi yang terpencil ini akan terus berkembang dan masyarakatnya dapat semakin mandiri secara ekonomi," kata Enik di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (28/2/2017).
Dalam menjalankan program Bina Desa di wilayah Panaran, PGN melibatkan Kelompok Perempuan Kreatif Mandiri (KPKM). Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pembuatan keripik ubi, pelatihan pengelolahan ikan dan pemeriksaan kesehatan gratis bersama Posyandu Lansia di pulau tersebut. PGN juga menyerahkan permodalan untuk menjalankan usaha masyarakat tersebut. Program Bina Desa ini berlangsung selama 1 tahun untuk periode 2016–2017.
"Sebelumnya PGN telah menjalankan program yang sama di wilayah Stasiun Gas Pagardewa, Sumatera Selatan," ungkap Enik.
Enik menjelaskan, dukungan dan kerja sama antara PGN dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi sangat penting untuk menjaga dan menjamin kegiatan usaha perusahaan. Oleh karena itu, PGN memprioritaskan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan di sekitar wilayah operasi.
Program TJSL memiliki empat pilar utama yang meliputi; Peningkataan Kualitas Kesehatan dan Pendidikan, Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan dan Dukungan terhadap inisiatif-inisiatif pengembangan pendapatan lokal melalui pelatihan, dan pinjaman lunak usaha mikro dan/atau kecil.
“Sebagai BUMN Gas Bumi, PGN akan terus mendukung upaya pemerintah melalui penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di daerah. Melalui kerja sama yang positif dengan masyarakat ini PGN juga dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih baik dalam jangka panjang,” jelas Enik.
Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke Pabrik Komponen Otomotif di Cilegon
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?