- Sebanyak 639.732 pendaftar bersaing memperebutkan 35.476 formasi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia.
- Pemerintah menyelenggarakan seleksi kompetensi menggunakan sistem CAT BKN pada 3-12 Mei 2026 demi memastikan proses yang objektif dan transparan.
- Seluruh rangkaian seleksi dijadwalkan selesai pada 7 Juni 2026 sebelum peserta terpilih mengikuti pelatihan dasar manajerial dan komponen cadangan.
Suara.com - Minat masyarakat terhadap rekrutmen formasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih membludak.
Pemerintah mencatat sebanyak 639.732 orang mendaftar dalam seleksi nasional untuk memperebutkan 35.476 formasi.
Dari total formasi itu, sebanyak 30.000 lowongan diperuntukkan bagi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sementara 5.476 formasi lainnya dialokasikan untuk pegawai koperasi nelayan di kampung nelayan merah putih.
Ketua Pengarah Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang juga Menko Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan angka pendaftar yang jauh melampaui kebutuhan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam program ekonomi desa tersebut.
“Rekrutmen pegawai Kopdes Merah Putih ini adalah investasi SDM terbesar yang pernah dilakukan untuk desa-desa di Indonesia, dan akan jadi ujung tombak pangan masyarakat,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut dia, tingginya jumlah pelamar juga memperlihatkan besarnya harapan publik terhadap program yang diklaim akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan nasional.
Dari total 639.732 pendaftar, sebanyak 487.819 orang tercatat menyampaikan dokumen administrasi. Setelah proses verifikasi, 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Saat ini, proses seleksi memasuki fase tes kompetensi yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026. Pemerintah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Zulkifli mengklaim penggunaan CAT BKN dilakukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan bebas praktik titipan maupun korupsi.
Baca Juga: Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau
“Tidak ada biaya satu rupiah pun, tidak ada orang dalam, tidak ada titipan-titipan. Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan,” ujarnya.
Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi tambahan berupa tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026.
Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026 sebelum peserta masuk pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad), pelatihan manajerial, serta kompetensi bidang.
Berita Terkait
-
Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan
-
Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus Pegawai BUMN, 383 Ribu Orang Sudah Melamar
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar
-
22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II
-
Punya Rumah Makin Mudah, KPR BRI di Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan DP 1%
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut
-
Fenomena 'Ghosting' Rekrutmen: Ketika Perusahaan Menuntut Profesionalisme tapi Lupa Etika Dasar
-
Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump
-
BRI Dukung Transformasi PMI di Taiwan Menjadi Wirausaha Produktif
-
BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri