Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahwa pemerintah serius menyelesaikan pembangunan dan renovasi infrastruktur pendukung Asian Games XVIII-2018. Pembangunan dan renovasi di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) sendiri terbagi menjadi 7 paket pekerjaan konstruksi dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,77 triliun.
"Salah satu bangunan penting yang direnovasi adalah Stadion Renang (Aquatics Center)," kata Basuki dalam keterangan resmi, Selasa (21/3/2017).
Sebagai salah satu dari 6 bangunan cagar budaya di GBK, proses renovasi yang dilakukan harus mampu memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya.
Selain itu, stadion renang GBK dalam proses renovasinya harus mampu memenuhi persyaratan fasilitas olah raga renang yang dipersyaratkan oleh induk cabang olahraga renang internasional (FINA).
Dalam pelaksanaannya Kementerian PUPR bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam membuat desain renovasi bangunan-bangunan Olah Raga di Komplek Gelora Bung Karno.
Untuk memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh FINA, Stadion Renang GBK bertransformasi menjadi bangunan semi Indoor, dengan dinaungi oleh atap raksasa dengan bentang hingga 86 meter.
Arsitek IAI Andra Matin yang mendesain bangunan ini membuat bentuk atap yang ikonik dengan mengambil bentuk transformasi gelombang air, sesuai dengan fungsi bangunan sebagai sebuah sarana olah raga renang.
Bentang atap yang begitu besar mengakibatkan adanya kebutuhan kekuatan struktur yang tinggi sehingga menghasilkan bentukan kolom dengan ukuran yang besar.
"Stadion Renang (Aquatics Center) ditargetkan akan selesai pada bulan oktober 2017, dan akan menjadi salah satu stadion renang terbesar di asia," ujar Basuki.
Dengan desain yang megah dan standarisasi internasional, stadion renang tersebut akan menjadi suatu tonggak baru dalam rangkaian sejarah bangsa Indonesia.
Baca Juga: Proyek Renovasi Gelora Bung Karno Telan Dana Rp1,77 Triliun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026