PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar acara BNI Emerald Customer Gathering bagi nasabah prioritas atau nasabah BNI Emerald di Hotel Kempinski dan Hotel Fairmont Jakarta, yaitu pada Rabu (26/4/2017) dan Jum’at (28/4/2017) . Event ini merupakan puncak acara BNI Emerald Customer Gathering yang sebelumnya sudah diselenggarakan di 9 kota besar yaitu Surabaya, Bandung, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Banjarmasin, Yogyakarta, Semarang dan Makassar.
Dalam acara ini, BNI memberikan layanan baru dan istimewa yaitu layanan Global Wealth Management yang disajikan dengan tema An Extended Experience. Acara ini dihadiri oleh Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo dan Director Mastercard Indonesia Tommy Singgih, serta segenap nasabah BNI Emerald yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Pada kesempatan ini, Adi Sulistyowati memberikan Kartu BNI Emerald World Debit sebagai recognition card kepada nasabah terpilih secara simbolik. BNI Emerald merupakan satu-satunya layanan perbankan nasional di Indonesia yang memberikan layanan Global Wealth Management yang dapat dimanfaatkan melalui Kantor Cabang BNI di London, New York, Singapura, Hong Kong, Tokyo, Osaka, Seoul, dan Myanmar.
Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan BNI ingin para nasabah menyadari bahwa once youare Emerald in BNI, you will be Emerald globally. “Dengan layanan ini, kami akan meningkatkanexperience sebagai nasabah BNI Emerald, antara lain dengan adanya Cross Border Service,layanan antrian prioritas, penggunaan lounge dan ruang meeting, Pre Opening Account,layanan pembukaan rekening BNI di Kantor Cabang Singapura, Hong Kong, dan Tokyosebelum nasabah tiba di negara tujuan,” katanya.
BNI Global Wealth Management juga memperkenalkan layanan Diaspora Banking Service yaitu layanan transaksi perbankan dan investasi yang disediakan untuk Warga Negara Indonesia. Layanan istimewa tersebut akan didukung oleh BNI Emerald Relationship Manager yang memberikan layanan secara pribadi dan khusus dalam memenuhi kebutuhan nasabah.
“Nasabah khusus perlu dilayani secara khusus pula dengan layanan istimewa serta berbeda dengan yang lainnya,” tambah Anggoro Eko Cahyo.
Nasabah BNI Emerald akan diberikan recognition card berupa Kartu BNI Emerald World Debit yang merupakan kartu debit premium dengan berbagai fasilitas istimewa dan eksklusif. Dalam memberikan layanan khusus tersebut, BNI menghadirkan 2 jenis kartu terbaru, yaitu BNI Emerald World Debit - Private Banking dan BNI Emerald World Debit - Priority Banking.
Baca Juga: Total Aset BNI Kuartal I 2017 Capai Rp618,81 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%