Suara.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengklaim angkaaa kemiskinan di tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dua tahun terakhir.
"Persentase penduduk miskin pada tahun ini sebesar 10,64 persen. Angka ini turun 0,22 persen dibanding tahun lalu yang sebesar 10,86 persen. Angka ini bisa dikatakan terendah secara persentase yang pernah dialami Indonesia," kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).
Selain angka kemiskinan koefisien gini juga mengalami penurunan sebesar 0,75 poin dari 2015 hingga tahun ini. Pada Maret 2017, koefisien gini tercatat 0,393 atau turun dari angka 0,408 pada 2015.
"Lalu untuk angka pengangguran terbuka juga menurun rata-rata 0,34 persen per tahun. Pada akhir 2017, TPT diperkirakan mencapai angka 5,5 persen atau menurun dari 6,18 persen pada 2015," ujarnya.
Sementara, indeks pembangunan manusia terus meningakt yakni sebesar 69,55 pada 2015 menjadi 70,99 pada 2017.
"Program pembangunan dua tahun terakhir sudah menunjukkan arah yang benar, karena kita sudah mulai fokus ke perbaikan seluruh aspek," kata Bambang.
Bambang berharap, pada 2018 mendatang angka kemiskinan bisa berada dibawah 10 persen. Agar perekonomian Indonesia bisa bertumbuh dengan signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis