Suara.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengakui optimistis, momentum Asian Games 2018 akan menggairahkan perekonomian dalam negeri.
Sebab, saat Asian Games 2018 digelar mulai pertengahan bulan Agustus ini, akan mendongkrak kinerja pasar modal, serta berimbas pada investasi industri asuransi jiwa.
“Pada semester kedua ini, akan ada Asian Games 2018, itu kan dari 45 negara. Orang asing kalau masuk ke Indonesia, yang dia lakukan adalah membeli mata uang Dolar di negaranya, dan dia tukar ke Rupiah di sini," kata Togar di Jakarta, Jumat (3/8/2018).
Selain itu, lanjut Togar, pada Oktober 2018 juga akan diselenggarakan World Bank-IMF Annual Meeting di Bali. Perhelatan akbar tersebut, lanjut Togar, tidak hanya berdampak positif pada ekonomi lokal Bali, tetapi juga secara nasional.
"Bayangkan saja, 5 ribuan orang yang posisinya petinggi-petinggi semua, masuk ke Bali. Jadi ke depan, semester dua ini (iklim investasi asuransi jiwa) akan terdongkrak naik,” ujarnya.
Untuk diketahui, hasil investasi industri asuransi jiwa pada semester pertama 2018 tercatat minus Rp 7,5 triliun.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), statistik asuransi per Juni 2018 menunjukkan hasil investasi industri asuransi jiwa minus Rp 7,5 triliun.
Angka tersebut turun drastis 153,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yakni sebesar Rp 13,93 triliun.
Dari total investasi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 453,05 triliun, sebanyak 35,58 persen ditempatkan pada instrumen reksa dana dan 29,74 persen di saham.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini
-
Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri
-
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani
-
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000
-
Cek Langsung Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Sejumlah SPBU di Bali