Suara.com - Richard Muljadi diringkus usai mengkonsumsi kokain di dalam toilet restoran Vong Kitchen kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Rabu (22/8/2018).
Richard Muljadi diketahui adalah cucu dari Kartini Muljadi yang merupakan petinggi di PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).
Terkait kasus tersebut, pada pembukaan perdagangan Kamis (23/8/2018) saham TSPC dibuka stagnan dibandingkan pada sesi penutupan sebelumnya.
Saham TSPC dibuka dilevel Rp 1.480 per saham. Sedangkan pada sesi penutupan perdagangan pada Selasa (21/8/2018) saham TSPC ditutup di level yang sama Rp 1.480 per saham.
Menanggapi hal tersebut, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai, ada beberapa faktor yang membuat hal ini terjadi.
“Bisa banyak faktor yang mempengaruhi sih ini. Susah kalau dikaitkan dengan ini,” kata William saat dihubungi Suara.com, Kamis (23/8/2018).
Menurut William, pergerakan saham TSPC ini tidak bisa serta merta dikaitkan dengan kasus tersebut karena rentang pelemahannya tidak mencapai 100 poin. Selain itu, saham TSPC dibuka stagnan menurut William sangat wajar.
“Rentang likuditas tempo scan pacific juga sangat kecil, sebenarnya penurunannya tidak terlalu berpengaruh. Nggak ada hubungannya sama penangkapan itu,” ujarnya.
Untuk diketahui, Richard Muljadi dibekuk oleh perwira polisi bernama Kombes Herry Heryawan yang kebetulan hendak memakai kamar toilet restoran.
Dari penangkapan itu, satu unit Iphone X warna hitam dan satu lembar uang pecahan 5 dolar Australia turut disita lantaran dianggap sebagai medium saat Richard Muljadi mengkonsumsi kokain tersebut.
Richard Muljadi pun telah dinyatakan positif sebagai pengguna kokain melalui pemeriksaan urine.
Saat ini, pihak kepolisian sudah menetapkan Richard Muljadi sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan kokain seberat 0,038 gram. Penetapan tersangka itu dilakukan pasca polisi melakukan pemeriksaan terhadap bukti dan saksi.
"(Richard Muljadi) sudah ditetapkan tersangka. Tadi pagi sudah dilakukan," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (23/8/2018).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?