Suara.com - Di tengah gejolak perekonomian global, kabar bahagia dirasakan puluhan ribu karyawan Amazon. Pasalnya, perusahaan digital nomor satu di dunia versi Forbes ini mengumumkan kenaikan upah minimum bagi seluruh karyawannya di Amerika Serikat (AS) menjadi 15 dolar AS per jam atau sekitar Rp 225.870 (kurs Rp 15.058 per dolar AS).
Dikutip dari CNBC International, kenaikan upah ini akan diterapkan pada November 2018. Jeff Bezos, CEO Amazon mengatakan kenaikan upah karyawan tadi akan disesuaikan dengan lokasi perusahaan. Sehingga kenaikan upah bakal berbeda di setiap negara bagian AS.
Untuk mereka yang bekerja di Austin, Texas mendapatkan upah 10 dolar AS per jam (Rp 150.580). Sedangkan untuk pegawai di Robbinsville, New Jersey mendapat upah 13,50 dolar AS per jam (Rp 203.283).
Pada 2017, karyawan kelas menengah di Amazon mendapat upah 28.500 dolar AS per bulan atau setara Rp 429 juta. Di tahun itu, Jeff Bezos mendapatkan gaji 1,7 juta dolar AS per bulan atau setara Rp 25,5 miliar.
"Kenaikan gaji ini setelah kami mendengarkan kritik. Kami berpikir keras apa yang harus dilakukan, sampai akhirnya memutuskan menaikkan upah agar bisa terus memimpin di bisnis ini," kata Jeff Bezos.
Ia pun berharap kenaikan upah yang dilakukan bisa diikuti oleh pesaing mereka dan pengusaha besar lainnya di AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?