Suara.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyediakan 1.200 bus gratis untuk mudik lebaran 2019. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, dibuka dua jenis pelayanan yakni secara online dan manual.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi menjelaskan, untuk pendaftaran secara online sudah bisa diakses mulai 20 Maret 2019. Sedangkan untuk pendaftaran secara manual bisa diakses paling cepat awal April 2019.
"Manual masih menunggu kontrak, tetapi kalau online sudah bisa diakses mulai besok," ujar Budi Setiadi, Selasa (19/3/2019).
Untuk pendaftaran secara online bisa diakses melalui situs mudikgratis.dephub.go.id. Menurutnya, pendaftaran secara online masih sama seperti tahun lalu.
Untuk pendaftaran secara manual, pemudik diwajibkan melampirkan STNK motor dan KTP untuk mendaftar. Tahun 2019 ini Kemenhub menyediakan kuota 54 ribu orang pemudik.
"Pendaftaran manualnya ada di bawah Kementerian Perhubungan, di Dinas Perhubungan daerah, ini sedang direncanakan mendaftar lewat Alfamart," tambahnya.
Untuk diketahui, Kemenhub menyediakan 40 tujuan kota untuk pemudik seperti Jawa Barat sebanyak 30 bus, Jawa Tengah 880 bus, Jawa Timur 35 bus dan Sumatera 25 bus.
Untuk kota tujuan pemudik di Jawa Barat disediakan seperti wilayah Cirebon, Banjar dan Ciamis. Untuk Jawa Tengah ada Yogyakarta seperti Pemalang, Pekalongan, Purwokerto sampai Kebumen.
Selain itu, untuk Jawa Timur kota tujuan pemudik yang disediakan seperti Madiun, Tuban, Mojokerto, Kediri, Malang dan Pacitan.
Baca Juga: Kemenhub Siapkan 1.200 Bus Gratis untuk Mudik
Terakhir, untuk pemudik yang akan menuju Pulau Sumatera, tujuannya ada ke Lampung, Palembang dan Padang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi