Suara.com - PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada mudik dan arus balik lebaran tahun ini sebesar 107.000 kiloliter (KL). Angka itu naik 15,78 persen dibandingkan konsumsi harian yang sebesar 92.500 KL.
SVP Retail Marketing Business Pertamina, Jumali mengatakan, peningkatan konsumsi yang tinggi itu dikarenakan sudah tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa, sehingga pada mudik tahun ini lebih banyak menggunakan mobil pribadi.
Jumali melanjutkan, untuk mengatasi peningkatan konsumsi itu Pertamina juga telah menyiapkan pasokan. Untuk BBM jenis Premium sudah disiapkan sebanyak 711.000 KL, Pertamax 290.700 KL, dan Pertalite 1,28 juta KL.
"Berdasarkan data Kemenhub ada kenaikan 13 persen. Maka dari itu, Pertamina akan menyiapkan kebutuhan yang selaras. Pertamina siapkan estimasi 15 persen sehingga kondisinya aman," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/4/2019).
Adapun, konsumsi BBM di jalur tol wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada mudik dan arus balik diperkirakan mengalami lonjakan tertinggi hingga 300 persen dibandingkan tahun lalu, disusul Jawa Timur 140 persen, dan baru kemudian DKI Jakarta dan Jawa Barat 100 persen.
Dalam hal ini, Pertamina juga menyiagakan sebanyak 43 SPBU di sepanjang jalan tol di Trans Jawa dengan rincian 31 unit di Jakarta dan Jawa Barat, 8 unit di Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta 5 unit di Jawa Timur.
Sementara untuk konsumsi BBM jenis Solar dan Dexlite akan mengalami penurunan 10,45 persen dari 40.050 KL rata-rata konsumsi harian menjadi 35.866 KL pada mudik dan arus balik Lebaran.
"Penurunan ini, karena kegiatan pabrik berhenti. Ada beberapa rute kendaraan besar yang bensin Solar diminta stop sementara. Kendaraan besar dilarang lewat kecuali untuk sembako, BBM dan LPG," tutup dia.
Baca Juga: Dirut Pertamina Mendadak Sakit Mendengar Akan Diperiksa KPK
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya