Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan melakukan evaluasi tarif batas atas (TBA) tiket pesawat hingga rencana mengundang maskapai asing.
Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti mahalnya harga tiket pesawat.
Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, evaluasi TBA tiket pesawat dilakukan setelah lebaran untuk menunggu tarif kembali normal.
Rencananya evaluasi akan dilakukan pada pekan depan.
"Kita jadwalkan nanti minggu depan pak Menko kembali nanti akan kita evaluasi," ujar Susiwijono, Senin (10/6/2019).
Susiwijono menambahkan, bila evaluasi TBA tiket pesawat dilakukan pada masa lebaran tidak adil, karena memasuki hari besar dan permintaan sedang tinggi.
Selain itu, pihaknya akan mengkaji rencana mengundang maskapai asing untuk masuk supaya tidak terjadi duopoli.
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir persaingan antar maskapai sehingga tiket pesawat bisa turun.
"Yang paling penting kita evaluasi dulu karena semua ada plus dan minusnya karena kebijakan untuk menarik airlines asing harus hati-hati kita pertimbangkan," terangnya.
Baca Juga: Rencana Jokowi Undang Maskapai Asing ke Indonesia Dinilai Keliru
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok