Suara.com - PT MNC Vision Network Tbk, PT Envy Technologies Indonesia TBK, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk Hari ini resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketiga emiten tersebut menjadi perusahaan ke 22, 23, dan 24 yang melantai di BEI.
Namun saat perdagangan pembukaan nasib ketiga saham tersebut berbeda.
Pada perdagangan awal saham MNC Vision dibuka turun 2 poin atau 0,83 persen ke level Rp 236 dari harga pembukaan awal Rp 240 per lembar saham. Emiten dengan berkode saham IPTV ditransaksikan dengan volume 78,7 ribu lot saham dengan frequensi 1.435 kali.
Sedangkan untuk PT Envy Technologies Indonesia TBK, dibuka naik 50 persen atau 185 poin ke level Rp 555 dari harga pembukaan awal sebesar Rp 370 per lembar saham. Emiten dengan berkode saham ENVY ditransaksikan dengan volume 66 lot saham dengan frequensi 2 kali.
Sementara untuk saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk juga dibuka menguat naik 69 persen atau 90 poin ke level Rp 220 dari harga pembukaan awal sebesar Rp 130 per lembar saham. Emiten dengan berkode saham BLUE ditransaksikan dengan volume 20 lot saham dengan frequensi 2 kali.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT MNC Vision Networks Tbk. menawarkan 3,52 miliar saham dalam initial public offering (IPO) dengan harga pelaksanaan Rp 240 per saham. Sehingga, anak usaha Grup MNC itu mengantongi dana hasil IPO sebesar Rp 845,28 miliar.
Kemudian, PT Envy Technologies Indonesia Tbk menggelar penawaran umum 600 juta saham pada harga penawaran Rp 370 per saham. ENVY meraih dana hasil IPO sebesar Rp 222 miliar.
Sementara, PT Berkah Prima Perkasa Tbk melepas 168 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp 130 per saham. BLUE meraih dana hasil IPO sebesar Rp 21,84 miliar.
Baca Juga: Garuda Disanksi Kemenkeu OJK dan BEI, Bagaimana Pergerakan Sahamnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026