Suara.com - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple ingin menghindari membayar tarif tambahan jika Presiden Donald Trump meningkatkan perang dagang terhadap China.
Dilansir dari CNN Business, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia menolak membebaskan tarif suku cadang untuk produk Mac Pro. Nantinya, perakitan Mac Pro akan berlangsung di Texas.
Amerika Serikat mengusulkan tarif 25 persen untuk barang-barang China senilai 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Tarif ini akan berlaku bagi berbagai produk termasuk laptop, video game, baterai dan produk lainnya. Perusahaan teknologi mengatakan tarif ini akan meningkatkan biaya bagi konsumen dan menutup kesempatan mereka dalam meraup laba.
Perusahaan teknologi khawatir perang dagang bisa menyebabkan kenaikan tarif lebih besar bagi China. Oleh sebab itu,sebagian perusahaan meminta Donald Trump untuk memberikan pengecualian produk agar tidak dikenai tarif.
Dalam pengajuan proposal kenaikan tarif administrasi, para perusahaan seperti Apple, Dell Technologies, HP, Intel, Microsoft, Sony dan Nintendo meminta agar produk mereka diberi pengecualian dari daftar barang yang akan dikenakan tarif.
Pada hari Jumat (26/7/2019), Presiden Trump mengatakan ingin "Membangun pabrik di Amerika Serikat bukan di China". Ia akan mengulangi ancaman tarif namun berjanji untuk menyelesaikan pengecualian tarif kepada Apple.
Trump mengatakan kepada Tim Cook, CEO Apple, "Lelaki yang sangat saya sukai dan hormati Tim Cook, kami akan menyelesaikannya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
-
Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?
-
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton