Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berbalik melemah setelah kemarin ditutup menguat 0,16 persen di level 6.296.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi melihat secara teknikal IHSG mencapai target Moving Average 50 hari dengan potensi pulled back menguji kembali ke support Moving Average 200 hari setelah membentuk pola bearish counter attack.
Sementara, Stochastic bergerak menjenuh dengan RSI yang telah mencapai area dekat overbought.
"Sehingga secara teknikal kami proyeksikan IHSG cenderung bergerak melemah pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.260-6.328," ujar Lanjar dalam riset hariannya, Selasa (20/8/2019).
Senada dengan Lanjar, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama juga memprediksi IHSG bakal berada di zona merah.
Secara teknikal, Nafan mengamati, MACD masih berada di area negatif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI berada di area netral.
Di sisi lain, terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan masih adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke level support terdekat.
"Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.235 hingga 6.161. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.319 hingga 6.381," tutur Nafan.
Baca Juga: Jelang Pidato Kepresidenan, IHSG Diprediksi Berbalik Menguat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?