Suara.com - Sofyan Djalil kembali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk periode 2019-2024. Ia masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
Sofyan Djalil kaya dengan berbagai pengalaman baik di pemerintahan, swasta maupun di dunia akademis.
Ia meraih gelar S2 dan S3 di Tufts University. Sofyan Djalil juga pernah menjabar sebagai komisaris di berbagai perusahaan BUMN dan swasta.
Total kekayaan Sofyan Djalil pada tahun 2018 mencapai Rp 73 miliar sebagaimana dilaporkan website LHKPN.
Tidak hanya itu saja, Sofyan Djalil juga telah menduduki beberapa posisi menteri di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi. Ia juga merupakan anggota tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia.
Sama seperti cerita orang sukses pada umumnya, Sofyan Djalil bukan berasal dari keluarga yang mapan. Ayahnya hanya jadi tukang cukur dan ibunya adalah guru mengaji. Saat kecil, ia mencari uang dengan menjual telur itik.
Setelah pindah ke Jakarta, Sofyan Djalil yang beranjak dewasa sempat menjadi penjaga mesjid di daerah Menteng dan kondektur metromini.
Kini, diusianya yang 66 tahun Sofyan Djalil kembali dipercaya mengemban tugas sebagai menteri oleh Jokowi.
Baca Juga: Eks Bendahara TKN Jokowi Jadi Wamenhan, Begini Reaksi Prabowo
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih