Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini Jumat (31/1/2020) terus melanjutkan tren positif, IHSG kembali dibuka di zona hijau.
Mengutip data perdagangan RTI, IHSG dibuka di zona hijau dengan menguat 0,31 persen atau naik 18,8 poin ke level 6.076,46.
Menguatnya IHSG pada perdagangan kali ini juga diikuti menghijaunya indeks LQ45 yang naik tipis 5 poin atau 0,3 persen ke level 991.
Mengawali pembukaan perdagangan terdapat 118 saham menguat, 45 saham melemah, dan 101 saham stagnan.
Pada level tersebut volume perdagangan mencapai 113 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 118 miliar.
Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada di level Rp 13.629.
Analis dari PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan keadaan darurat global terkait penyebaran virus corona mematikan dari China dan jumlah yang tewas akibat virus tersebut naik menjadi 213 dengan jumlah korban terkonfirmasi naik menjadi 9692 kasus, Bursa Asia Jumat pagi ini justru rebound seperti Nikkei +1.82 persen, Hangseng +1.27 persen seiring penguatan DJIA sebesar +0.43 persen.
Begitu juga buat laju IHSG yang berpotensi menjadi katalis pendorong IHSG untuk rebound.
"Mengetahui IHSG berpeluang rebound tipis dalam perdagangan Jumat ini," kata Edwin.
Baca Juga: Harga Emas Berkilau di Tengah Perlambatan Ekonomi Akibat Virus Corona
Dilain pihak, investor perlu mewaspadai saham-saham terkait komoditas menyusul kejatuhan harga komoditas seperti Nikel -0.49 persen, Timah -0.56 persen, Oil -0.21 persen, Coal -0.82 persen dan Gold -0.21 persen.
"Mengetahui IHSG berpeluang rebound tipis dalam perdagangan Jumat ini, kami tetap bersemangat untuk investor melakukan trading harian atas saham dari Sektor Logam, Properti, Rumah Sakit, TI, Industri Dasar dan Farmasi dalam perdagangan Jumat ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek