Suara.com - Harga minyak dunia melambung pada Rabu (5/2/2020) setelah kekhawatiran pelemahan permintaan minyak mentah mereda.
Seperti dilansir Reuters Kamis (6/2/2020) harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 naik 1,14 dolar AS menjadi 50,75 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April 2020 meningkat 1,32 dolar AS menjadi 55,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Energy Information Administration (EIA) pada Rabu merilis laporan yang menyebutkan bahwa cadangan minyak AS meningkat 3,4 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Januari.
Jumlah cadangan minyak AS mencapai 435 juta barel, sekitar 2 persen di bawah rata-rata lima tahun.
Sebelumnya, harga minyak dunia terus merosot pada Selasa (4/2/2020) seiring berlanjutnya kekhawatiran dampak penyebaran virus corona terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 turun 50 sen, atau sekitar 1 persen, menjadi 49,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April 2020 melorot 49 sen, atau sekitar 0,9 persen, menjadi 53,96 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Merosot Imbas Virus Corona yang Tak Berkesudahan
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab