Suara.com - PT Stahlwerk Jaya Abadi Indonesia perusahaan industri las mendukung perkembangan teknologi bangsa menuju revolusi Indonesia 4.0. Salah satunya, menyediakan produk berkualitas mesin plasma cutting dan parts consumable merek Stahlwerk dan Vector.
Direktur PT Stahlwerk Jaya Abadi Indonesia Aryen mengatakan, Stahlwerk adalah merk terdahulu, dengan harga yang relatif terjangkau dan sudah banyak UMKM yang menggunakannya, seperti pengrajin knalpot, bengkel modifikasi motor, politeknik, sekolah las, sekolah kejuruan jurusan Teknik Pengelasan, hingga industri berat.
Sedangkan merk Vector adalah produk dengan desain, fitur yang kualitasnya lebih premium dibandingkan merk pendahulunya.
"Tampilannya sudah full digital, sehingga memudahkan bagi orang yang mengoperasikannya," ujar Aryen dalam keterangannya, Selasa (18/2/2020).
Aryen melanjutkan, produk Stahlwerk maupun Vector merupakan produk yang sangat berkualitas. Merek tersebut sudah cukup dikenal di luar Indonesia terutama di negara-negara Eropa dan memiliki peminat yang sudah cukup banyak.
"Dengan hadirnya merek kami di Indonesia, kami berharap agar para peminat bisa lebih mudah mendapatkan produk kualitas Eropa," imbuhnya.
Aryen menambahkan, dari sisi perusahaan, perseroan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008, yaitu sebuah standar internasional di bidang sistem jaminan mutu.
"Kami juga sudah memenuhi syarat internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk yang kami miliki," tandas Aryen.
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0: Jangan Takut Diganti Robot, Ini Strateginya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak