Suara.com - Harga jual emas murni di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kenaikan harga jual mencapai Rp 2,73 juta per mayam (3 gram) atau sebesar Rp 830.000 per gram pada penjualan Jumat (27/3/2020) siang.
Sedangkan untuk harga jual emas London (97 persen) berada di kisaran harga Rp 2,68 juta per mayam (tiga gram) dari harga sebelumnya Rp 2,4 juta per mayam.
Beberapa pekan sebelumnya, harga jual perhiasan emas murni di daerah ini juga mengalami peningkatan dengan harga jual mencapai Rp 2,5 juta/mayam.
“Naiknya harga jual perhiasan emas murni ini, salah satunya dipicu karena terganggunya ekonomi dunia,” kata Rusdi, seorang pedagang emas murni di Meulaboh.
Selain itu, faktor naiknya harga emas ini juga disebabkan lesunya aktivitas ekspor impor dunia dan banyaknya kalangan pengusaha yang membeli emas sebagai investasi yang lebih aman saat ini.
Rusdi juga menjelaskan, naiknya harga jual emas di pasaran tersebut juga menyebabkan aktivitas masyarakat yang membeli perhiasan emas juga mengalami penurunan tajam mencapai 90 persen.
“Kalau biasanya sehari kami bisa menjual minimal 10-20 mayam (30-60 gram), namun kini sangat sepi sekali. Hanya ada satu pembeli saja setiap hari, itu pun sangat jarang,” katanya menambahkan.
Bahkan, saat ini banyak masyarakat yang berlomba-lomba menjual perhiasan emas karena harganya yang mulai naik, tuturnya. (Antara)
Baca Juga: Kunci Nenek-nenek, Tenaga Medis Abal-abal Rampok Emas saat Wabah Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya