Suara.com - Harga emas naik pada perdagangan akhir pekan lalu, hal tersebut terjadi seiring pembelian aset safe haven untuk mengimbangi sikap investor yang lebih menyukai cash di tengah kecemasan pukulan terhadap ekonomi akibat wabah Virus Corona.
Namun emas batangan menuju ke pelemahan mingguan kedua karena aksi jual untuk memenuhi margin call pada aset lain.
Mengutip Reuters, pada Senin (23/3/2020), emas di pasar spot naik 0,84 persen ke harga 1.482,57 dolar AS per ons setelah turun satu persen di sesi sebelumnya dan sedang mengarah ke pelemahan hampir tiga persen untuk minggu ini.
Sedangkan di pasar berjangka, harga emas naik 0,34 persen menjadi 1.484,70 dolar AS.
"Ini jelas aksi beli untuk lindung nilai. Jika hanya untuk sehari, apa yang bisa dibeli pelaku pasar untuk melindungi risiko akhir pekan. Padahal pelaku pasar bisa dalam bentuk tunai atau logam mulia, itu saja," kata analis senior pasar di OANDA, Jeffrey Halley.
Bank sentral AS membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar AS dengan harapan mencegah wabah yang bisa menyebabkan kekacauan ekonomi global.
Beberapa negara meluncurkan langkah-langkah untuk membendung kerusakan ekonomi. Senat AS meluncurkan rencana stimulus ekonomi 1 triliun dolar AS sementara Bank of England menjanjikan 200 miliar pound pembelian obligasi dan memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,1 persen.
Emas telah bereaksi terhadap pergerakan di pasar keuangan dan kadang-kadang menemukan dukungan dari langkah-langkah stimulus.
"Itu adalah perjalanan yang bergelombang karena likuiditas dan partisipasi terus turun," kata Kepala Strategi Pasar di AxiCorp Stephen Innes.
Baca Juga: Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram
Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 0,5 persen menjadi 1.660,82 dolar AS per ons. Platinum melonjak 4,6 persen menjadi 613,54 dolar AS. Perak naik 3,5 persen menjadi 12,54 dolar AS tetapi berada di jalur pelemahan mingguan tertajam keduanya sebesar 15 persen sejak September 2011.
Berita Terkait
-
Naik Rp 10.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 824.000 per Gram
-
Dolar AS Melambung Tinggi, Emas Tersungkur Lagi
-
Turun Rp 12.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 814.000 per Gram
-
Uang Tunai Jadi Pilihan, Harga Emas Dunia Mulai Ambles
-
Naik Rp 25.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 826.000 Per Gram
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan