Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekonomi Indonesia sepanjang triwulan I tahun 2020 tak begitu menggembirakan, pasalnya ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan dari 17 struktur dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menurut lapangan usaha hanya 3 saja yang mampu tumbuh positif selama periode tersebut.
Tiga sektor tersebut adalah sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, Informasi dan Komunikasi, dan sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial.
"Yang mengalami peningkatan yaitu Jasa Keuangan dan Asuransi dimana pada triwulan 1 2019 tumbuh sebesar 7,23 persen dan sekarang menjadi 10,67 persen, sektor informasi dan komunikasi juga tumbuh 9,81 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama triwulan 1 2019 yang sebesar 9,06 persen, kemudian satu lagi Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial tumbuh 10,39 persen dari periode yang sama yakni 8,64 persen," papar Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Sementara 14 sektor yang lain, kata Kecuk mengalami pertumbuhan yang melambat imbas merebaknya virus corona atau Covid-19 di tanah air.
Salah satu sektor yang terdampak paling buruk adalah sektor industri, perdagangan, pertanian, pertanian hingga transportasi dan pergudangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan Indonesia sepanjang triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen, pertumbuhan ini jelas jauh melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,07 persen.
Rendahnya angka pertumbuhan ini disebabkan karena mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang mengganggu aktivitas ekonomi global.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen," katanya.
Baca Juga: BPS Gelar Survei Online Terkait Pemahaman Orang soal Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN