Suara.com - PT Pos Indonesia bakal berubah wajah menjadi lebih digital. Hal ini menyambut ulang tahun yang ke-247. Direktur Komersial PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan, selama ini masyarakat mengenal PT Pos Indonesia yang mempunyai kantor fisik di seluruh Indonesia. Saat ini, PT Pos Indonesia mempunyai 4.500 kantor fisik di seluruh Indonesia.
Namun, kini PT Pos Indonesia sudah mulai melakukan transformasi digital. Salah satunya dengan meluncurkan platform one stop courier mobile application melalui QPosinAja.
"Platform ini melayani kebutuhan masyarakat terkait kurir. Semua ada di aplikasi QPosinAja. Pelanggan yang ingin mengirim barang tak perlu lagi datang ke kantor pos tapi cukup minta dijemput di rumah dan barang akan diambil. Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi dan tarif juga sudah tercantum," kata Charles dalam keterangannya, Rabu (9/9/2020).
Charles menambahkan, PT Pos Indonesia beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini di mana semua sudah terkoneksi dengan internet.
Apalagi di masa pandemi, kata Charles, masyarakat melakukan sebagian besar transaksi secara onlne dan tak mau lagi antar barang ke lokasi.
Di usia ke-274, PT Pos Indonesia sudah beralih ke digital dengan sejumlah platform yang sudah diluncurkan.
Khusus untuk QPosinAja selain barang bisa dijemput ke rumah, masyarakat juga bisa melacak posisi barang dan melakukan pembayaran di tempat.
"Salah satu kelebihan QPosinAja adalah Cash on Delivery alias bayar di tempat. Selama ini pebisnis online masih ada keraguan apakah barang yang mereka kirim dibayar oleh pembeli atau pembeli juga ragu apakah barang yang dibeli sesuai dengan keinginan. Fasilitas CoD menjawab semua keraguan itu. Berdasarkan pengalaman PT Pos yang sudah lama, proses pengiriman barang bisa dilakukan dengan cara bayar di tempat," ujar Charles.
PT Pos Indonesia juga terus berupaya menarik minat kelompok milenial agar mau menggunakan aplikasi digital yang mereka buat.
Baca Juga: Pos Indonesia Luncurkan Perangko Edisi 100 Tahun Gedung Sate
Charles mengatakan, ada sejumlah cara yang tengah disiapkan PT Pos Indonesia untuk menarik minat kelompok milenial antara lain dengan melakukan promosi di media sosial seperti Instagram dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan jasa influencer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026