Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir berencana membubarkan atau melikuidasi 14 BUMN yang salah satunya adalah PT Merpati Airlines. Belum usai wacana tersebut, Erick Thohir kini berencana membentuk holding BUMN industri penerbangan.
Awalnya nama holding tersebut yaitu, holding aviasi dan pariwisata, tapi kini holding tersebut telah berganti nama menjadi holding pariwisata dan pendukung.
Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) Andi S Bratamihardja mengatakan, anggota holding tersebut nantinya BUMN-BUMN yang terkait aviasi, pariwisata, dan ritel.
Saat ini, lanjutnya, proses holding tersebut tengah mempersiapkan wadah, struktur holding, hingga perencanaan terkait rute-rute pilihan.
"AP I adalah salah satu calon anggota dari holding yang sekarang namanya (holding) parawisata dan pendukung. Tadinya namanya holding aviasi dan pariwisata. Tapi dari surat terakhir dari shareholder, Kementerian BUMN namanya adalah holding parawisata dan pendukung," ujar Andi dalam sebuah diskusi secara virtual, Kamis (1/10/2020).
Selain menyiapkan struktur, lanjut Andi, para BUMN juga diminta memiliki terobosan atau inisiatif yang akan dijalankan saat holding tersebut dibentuk.
Ia menjelaskan, misalnya bersinergi dengan lembaga-lembaga pemerintah dalam meningkatkan kinerja BUMN.
"Ada yang short term, pemulihannya seperti apa dan menciptakan medium term, long term demand. Yang akan memperbaiki kinerja dari airlines, bandara dan dari retail dan pariwisata," ucap dia.
Menurut Andi, saat ini pekerjaan rumah yaitu proses transfer dari kepemilikan negara menjadi dimiliki perusahaan holding.
Baca Juga: Erick Thohir Bubarkan 14 BUMN, Arya Sinulingga: Masih Lama
Kendati begitu, tutur dia, saat ini telah ditentukan siapa yang akan menjadi induk dari holding pariwisata dan pendukung. Namun, Andi tak merinci siapa BUMN yang jadi induk holding tersebut.
"Yang lagi disiapkan tentunya rumahnya itu harus bersih dari pihak ketiga. Sementara kita harus jelas berapa nilai saham yang akan dialihkan dari pemerintah ke perusahaan holding. Jadi itu PR yang sedang dilaksanakan," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026