Suara.com - Pihak bank akan menindaklanjuti kasus berkurangnya saldo sebesar Rp58 juta yang dialami seorang nasabah asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan melakukan investigasi secara lengkap.
"Untuk saat ini kami telah melakukan investigasi kasus berkurangnya saldo nasabah secara kasuistik, dengan melibatkan pihak-pihak terkait," kata Hery Santoso pimpinan wilayah Bank Rakyat Indonesia Wilayah Banjarmassin saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Sabtu (19/12/2020).
Hery Santoso memastikan bank akan menyelesaikan kasus tersebut dan menjamin keamanan seluruh transaksi perbankan nasabah dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses perbankan.
Untuk sementara, ia menduga kasus berkurangnya dana nasabah terjadi karena adanya pencurian data kartu debit akibat proses skimming.
BRI juga mengimbau kepada seluruh nasabah BRI untuk tetap menjaga kerahasiaan data dalam setiap transaksi perbankan, salah satunya dengan rutin melakukan penggantian PIN ATM secara berkala.
Nasabah maupun masyarakat lainnya yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi laman resmi BRI yakni "www.bri.co.id" atau menghubungi Call Center Bank BRI di 14017.
Ia menambahkan perseroan akan senantiasa melakukan upgrade sistem pengamanan terhadap transaksi e-banking, sehingga nasabah tidak perlu khawatir dan takut terhadap keamanan saldo.
"Intinya kami akan berupaya secara semaksimal mungkin untuk bisa melayani masyarakat maupun nasabah dengan lebih baik, kehati-hatian dan profesional," ujar Hery Santoso. [Antara]
Baca Juga: Menurunnya Penggunaan ATM di Masa Pandemi, Tingkatkan Risiko Skimming ATM
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM