Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan terakhir Januari 2021, berakhir terjerembab ke zona merah.
Mengutip data RTI, Jumat (29/1/2021), IHSG ditutup melemah 1,95 persen atau turun 117 basis poin ke level 5.862.
IHSG terpantau bergerak dari batas atas pada level 6.068 hingga batas bawah pada level 5,825, sepanjang perdagangan hari ini. Di lain sisi, Indeks LQ45 tercatat melemah 3,03 persen ke level 911,980.
Dari 10 indeks sektoral yang ada, tercatat sebanyak 7 sektor masuk dalam zona merah.
Sektor yang melemah antara lain:
- Infrastruktur 2,14 persen
- Properti 0,56 persen
- Aneka industri 2,16 persen
- Industri dasar 1,60 persen
- Manufaktur 2,03 persen
- Consumer 2,30 persen
- Perbankan 3,14 persen
Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor perdagangan menguat 0,23 persen, sektor pertambangan naik 0,30 persen, dan sektor agri menguat 0,71 persen.
Investor melakuan transaksi sebanyak 1.301.940 kali senilai Rp 16,652 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp 15,683 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp 968 miliar.
Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 4,169 triliun dan aksi jual sebesar Rp 5,090 triliun. Sehingga investor asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp 922 miliar.
Baca Juga: Akhirnya, Jelang Weekend IHSG Dibuka Naik ke Level 6.010
Berita Terkait
-
Akhirnya, Jelang Weekend IHSG Dibuka Naik ke Level 6.010
-
427 Saham Terbakar, IHSG Akhiri Perdagangan dengan Anjlok 2,12 Persen
-
43 Saham Terdepak Aturan Marjin, BEI : Diumumkan Dalam Waktu Dekat
-
Saham yang Terdepak Short Selling Hasil Review BEI Selama 6 Bulan
-
Banyak Pelaku Pasar Modal Pertanyakan Kebijakan BEI Nomor S-00259
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya