Suara.com - Sebuah polling tentang tokoh harapan untuk kepemimpinan nasional yang dilakukan situs berita RMOL menempatkan Airlangga Hartarto unggul sementara. Hingga siang ini Rabu, (24/2) tadi pukul 11.30 Airlangga Hartarto unggul dengan 16,44 % bersaing ketat dengan Muhaimin Iskandar, AHY dan Anies Baswedan.
Penyelenggara polling memberi pilihan 24 nama tokoh nasional populer yang terdiri dari Kepala Daerah, Politisi, Ketua Partai, Menteri, pimpinan lembaga negara. Nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Prabowo Subianto, hingga Susi Pudjiastuti juga masuk dalam pilihan.
Selain 24 nama yang disediakan, penyelenggara Polling juga meminta publik yang ada untuk memunculkan nama lain, jika ada tokoh yang dinilai layak namun belum masuk pilihan.
Menanggapi hasil polling online tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya mengapresiasi pilihan masyarakat yang telah mempercayakan Airlangga Hartarto sebagai tokoh harapan 2024.
Menurutnya, hasil polling tersebut merupakan cerminan bahwa kerja Airlangga baik sebagai Menteri maupun Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dinilai positif oleh masyarakat.
“Pertama, tentu kami mengucapkan terima kasih atas pilihan masyarakat yang mempercayakan pilihannya kepada Pak Airlangga Hartarto sebagai tokoh harapan 2024 y. Berarti Pak Airlangga yang selama ini bekerja keras sebagai Ketua Komite PEN dalam menjaga stabilitas ekonomi dinilai masyarakat dengan pandangan positif,” kata Ace, Rabu (24/2/2021).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menjelaskan saat ini Airlangga tengah fokus bekerja untuk memulihkan ekonomi Indonesia yang terdampak akibat Pandemi COVID-19.
Terkait hasil polling, pihaknya mengaku menyerahkan kepada para pembaca media online untuk menilai tokoh-tokoh yang memiliki harapan pada tahun 2024.
“Saat ini, Pak Airlangga Hartarto akan lebih fokus untuk bekerja memulihkan ekonomi agar ekonomi kita segera bangkit,” jelas Ace.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Klaim Cara Ini Bisa Mewujudkan Ketahanan Energi
“Pak Airlangga yang juga sebagai Ketua Umum Partai Golkar akan sepenuhnya memastikan penanganan kesehatan Covid-19, program vaksinasi nasional dan tentu membuat kebijakan ekonomi yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi saat pandemi ini,” sambung Ace.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai hal yang wajar jika hasil polling berbeda dengan hasil survei yang dilakukan lembaga survei belakangan ini.
“Hal yang wajar jika berbeda hasilnya. Karena caranya beda. Poling online dan survey yang dilakukan lembaga survey beda. Beda cara, metodologi, dan lain-lain,” ujar Ujang.
Menurut Ujang, unggulnya tiga ketua umum partai bukanlah hal yang mengagetkan. Karena biasanya Ketua Umum partai pasti memiliki perangkat dan tim. Selain itu juga wajar karena tokoh yang dipilih adalah mereka yang banyak mendapat porsi pemberitaan media.
“Soal nama-nama tokoh tersebut, bagus-bagus saja jika publik online menjatuhkan pilihannya pada ketiga nama ketum partai dan satu kepala daerah. Mungkin mereka yang banyak mendapat porsi pemberitaan di media,” ungkap Ujang
Airlangga yang merupakan Menko Perekonomian, Ketua KPC-Pen, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar tentu mendapatkan porsi pemberitaan yang banyak dari media.
Selain itu, menurut Ujang, Ketua partai memang lebih berpeluang nyapres karena selain punya struktur dan massa. Mereka juga pemilik partai. Artinya minimal punya tiket dari partainya sendiri. Hanya tinggal berkoalisi dengan partai lain saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada