Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis pagi ini (4/3/2021) dibuka melemah terhadap dolar AS dibandingkan penutupan Rabu kemarin.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 14.250 per dolar AS, sedangkan penutupan Rabu kemarin yang berada di level Rp 14.245 per dolar AS.
Pelemahab itu berlanjut, terpantau pada pukul 09.25 WIB terpantau nilai tukar rupiah melemah dengan pembukaan di level Rp 14.274 per dolar AS.
Analis Riset Monex Investindo Futures, Faisyal melihat, rupiah masih akan lanjutkan tren pelemahannya karena dominasi sentimen tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS.
"Selain itu, menguatnya dollar AS karena prospek pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, dibalik ekspektasi stimulus yang besar serta kemungkinan program vaksinasi virus Covid-19 yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," ujar Faisyal dalam riset hariannya, Kamis (4/3/2021).
Pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, tambah Faisyal, setelah Presiden Joe Biden mengatakan bahwa AS akan memiliki dosis vaksin yang cukup untuk setiap orang dewasa di AS di akhir Mei, ini dua bulan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026