Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini kembali dibuka menguat, adapun IHSG naik ke level 6.205 setelah pada akhir pekan kemarin ditutup 6.195.
Melansir data RTI, Senin (29/3/2021) IHSG diawal pra perdagangan naik 10 basis poin ke level 6.205 atau menguat 0,16 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka ikutan masuk zona hijau, pada awal pra perdagangan indeks ini naik 2,5 basis poin atau menguat 0,27 persen menuju level 941.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 21 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 91 miliar dan volume transaksi mencapai 5,3 ribu kali.
Sebanyak 198 saham menguat, 66 saham melemah dan 169 saham belum ditransaksikan.
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, secara teknikal IHSG pada hari ini berpeluang naik hal tersebut terjadi setelah menguatnya sejumlah bursa regional.
“IHSG berpeluang konsolidasi menguat di awal pekan. Namun, ada ancaman gelombang ke tiga Covid-19 dan lambatnya proses vaksinasi di berbagai negara menjadi sentimen negative,” kata Hans dalam riset hariannya.
Di sisi lain, Hans menilai Yield Treasury AS 10 tahun yang masih terkendali memberikan sentimen positif pada pasar saham. Pada awal pekan, Yield US Treasury 10-tahun kembali melemah setelah pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell yang menyebutkan stimulus triliunan dollar AS dari pemerintah, bisa mendorong kenaikan harga (inflasi).
Menurut Jerome Powell inflasi bukanlah ancaman bagi perekonomian AS saat ini. Pernyataan Powell ini membuat yield obligasi AS tenor 10 tahun bergerak turun.
Baca Juga: Sepekan Terakhir, IHSG Anjlok 2,53 Persen
“Pelaku pasar keuangan dan sebagian ekonom khawatir dalam beberapa pekan ini karena pemulihan ekonomi Amerika seiring surutnya pandemi Covid-19,” jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
-
Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif