Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini dibuka menguat terbatas ke level 5.974, setelah pada perdagangan kemarin ditutup melemah di level 5.970.
Melansir data RTI, Selasa (6/4/2021) IHSG diawal pra perdagangan naik tipis 3,7 basis poin ke level 6.974 atau menguat 0,06 persen.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka menguat tipis, pada awal pra perdagangan indeks ini naik 0,9 basis poin atau menguat 0,11 persen menuju level 896.
Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 10 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 42 miliar dan volume transaksi mencapai 3 ribu kali.
Sebanyak 144 saham menguat, 47 saham melemah dan 205 saham belum ditransaksikan.
Meski dibuka menguat CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksikan, IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas.
Dia memperkirakan pola pergerakan IHSG akan berada rentang level 5.827 hingga 6.088.
"Pola gerak IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar," kata William dalam analisanya.
Dia bilang fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
Baca Juga: Mengawali Pekan IHSG Menguat ke Level 6.040
Namun mengingat kuatnya dan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia tentunya membuka peluang bagi IHSG untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya.
"Hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK