Suara.com - Harga minyak mentah dunia naik hampir 2 persen setelah lebih banyak negara bagian di Amerika Serikat melonggarkan penguncian dan Uni Eropa berusaha menarik wisatawan, meskipun melonjaknya kasus Covid-19 di India membatasi kenaikan.
Mengutip CNBC, Rabu (5/5/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat 1,32 dolar AS atau 1,95 persen menjadi 68,88 dolar AS per barel.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melejit 1,20 dolar AS atau 1,86 persen menjadi 65,69 dolar AS per barel setelah melonjak 1,4 persen pada sesi Senin.
"Pasar optimistis menjelang tengah hari, didorong oleh pergerakan penerbangan antara Amerika dan Eropa," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.
Permintaan bahan bakar diesel, termasuk jet, mengalami tekanan hebat selama pandemi, membebani pasar minyak global.
Harga didukung oleh prospek kenaikan permintaan bahan bakar ketika negara bagian New York, New Jersey dan Connecticut berupaya melonggarkan pembatasan pandemi dan rencana UE untuk terbuka bagi pengunjung asing yang telah divaksinasi.
Untuk tanda-tanda lebih lanjut dari permintaan minyak Amerika yang meningkat, pedagang akan mengamati laporan tentang stok minyak mentah dan produk dari American Petroleum Institute, dirilis Selasa waktu setempat, dan Badan Informasi Energi AS, sehari berselang.
Tingkat pemanfaatan kilang diprediksi meningkat 0,5 persen poin minggu lalu, dari 85,4 persen total kapasitas pada pekan yang berakhir 23 April, menurut jajak pendapat tersebut.
Dolar yang lebih lemah, terpukul perlambatan tak terduga dalam pertumbuhan manufaktur Amerika, juga membantu menopang harga minyak pada sesi Selasa.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terbantu Naik Berkat Data Ekonomi China dan AS
Depresiasi dolar membuat minyak lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
Di India, jumlah total infeksi melampaui 20 juta setelah negara tersebut kembali mencatat lebih dari 300.000 kasus baru, yang diperkirakan memukul permintaan bahan bakar di negara terpadat kedua di dunia itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite