Suara.com - Di tengah pasang surut aktifitas perusahaan, PT Kredit Utama Fintech Indonesia mencoba berbagi kebahagiaan di tengah pandemi.
Direktur Utama PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Yolanda mengatakan, sejalan dengan semangat Ramadhan, Rupiah Cepat membuat program Kado Lebaran.
"Sebuah program yang bertujuan untuk berbagi dan mengembalikan kebahagiaan bagi mereka yang kurang beruntung," ujar Yolanda dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021).
Inisiasi berbagi ini juga datang dari karyawan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (Rupiah Cepat), dimana karyawan juga ikut mengumpulkan donasi yang akan disumbangkan kepada rumah yatim dan dhuafa.
Pada inisiasi ini karyawan mengumpulkan, pakaian layak pakai untuk usia balita hingga remaja, mukena, kain kerudung, selimut dan masih banyak lagi.
"Harapannya seluruh donasi yang dikumpulkan oleh karyawan PT Kredit Utama Fintech Indonesia ini, benar-benar bisa memberi manfaat terbaik bagi seluruh penerima manfaatnya baik yang ada di Yayasan Rasulullah SAW, dan juga seluruh binaan Komunitas Jendela Jakarta," jelas Yolanda.
Hal yang menjadi tantangan dalam progam Kado Lebaran adalah membangun kesadaran bagi para adik-adik untuk tetap menjaga pola hidup sehat, dan tetap menggunakan masker, serta menjaga jarak, mencuri tangan dalam berbagai kegiatan yang mereka lakukan, namun dalam kegiatan ini.
Hal ini lah yang terus disampaikan dalam seluruh rangkaian kegiatan berbagi Kado Lebaran bersama PT Kredit Utama Fintech Indonesia.
PT Kredit Utama Fintech Indonesia adalah perusahaan Peer to Peer lending tempat bertemunya pemilik modal (lender) dengan peminjam (borrower), dengan platformnya yang bernama Rupiah Cepat.
Baca Juga: Guru TK Terjerat Pinjaman Online Rp 35 Juta, Bagaimana Peran OJK
Pada momen Ramadhan yang dilakukan bersama Komunitas Jendela Jakarta, dan Yayasan Yatim Piatu Rasulullah SAW ini juga menjadi kesempatan l bagi Rupiah Cepat untuk mengedukasi pentingnya membangun kesadaran mengelola uang sedari dini, walaupun dalam jumlah uang yang sangat kecil sekalipun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026