Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meluncurkan semen hidraulis tipe HE pertama di Indonesia dengan merek PwrPro.
Produk ini telah lulus uji di Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kementerian Perindustrian.
Semen Hidraulis tipe HE bernama "PwrPro" (dibaca pa-wer-pro) ini, telah memenuhi standar yang dipersyaratkan SNI 8912-2020, Spesifikasi Unjuk Kerja Semen Hidraulis-Tipe HE. Sertifikat SNI untuk Semen Hidraulis tipe HE PwrPro telah diterbitkan oleh B4T pada 21 Mei 2021.
Direktur Marketing & Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, peluncuran semen hidraulis tipe HE PwrPro setelah mendapatkan sertifikat SNI dari B4T, semakin memperbanyak portofolio produk semen curah yang dimiliki SIG di pasaran, sehingga pelanggan dapat lebih leluasa untuk memilih produk sesuai dengan kebutuhan.
PwrPro memiliki keunggulan sebagai semen hidraulis tipe HE dengan fitur kuat tekan awal, waktu pengikatan awal, serta workability yang lebih baik untuk mencapai produktifitas yang lebih tinggi serta manfaat ekonomikal yang lebih baik, dapat digunakan untuk berbagai kontruksi bangunan gedung maupun infrastruktur, seperti pembuatan beton cor maupun beton pracetak.
"Selain keunggulan tersebut, PwrPro juga diproduksi dengan formula ramah lingkungan sehingga mengurangi tingkat emisi gas CO2 secara signifikan serta mengantongi predikat sebagai Green Product dengan rating Gold dari Green Product Council Indonesia," kata Adi dalam keterangan persnya, Senin (31/5/2021).
Produk PwrPro diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam hal mengurangi emisi gas rumah kaca dan penerapan kebijakan pembangunan konstruksi berkelanjutan.
Dengan menjadi yang pertama dalam meluncurkan produk PwrPro dengan standar SNI Semen Hidraulis Tipe-HE, SIG dengan semangat Go Beyond Next terus berinovasi sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional serta selalu menjadi yang terdepan dalam transformasi konstruksi nasional dengan menyediakan berbagai produk dan layanan yang lengkap, berkualitas dan ramah lingkungan.
"SIG akan terus memberikan solusi bahan bangunan yang inovatif serta menjadi pendorong tumbuhnya industri building material yang memperhatikan keberlanjutan (sustainibility)," pungkasnya.
Baca Juga: Semen Indonesia Komitmen Jalankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026