Suara.com - Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Selasa kemarin, dengan Brent menyentuh 71 dolar AS dan diperdagangkan pada level tertinggi sejak Maret.
Mengutip CNBC, Rabu (2/6/2021) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Agustus, patokan internasional, ditutup melonjak 93 sen, atau 1,3 persen menjadi 70,25 dolar AS per barel setelah menyentuh 71 dolar AS di awal sesi - harga intra-day tertinggi sejak 8 Maret.
Semnentara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Juli, melambung 1,40 dolar AS atau 2,1 persen menjadi 67,72 dolar AS per barel.
Jasa pelacakan GasBuddy mengatakan permintaan bensin Amerika, bertepatan dengan long weekend Memorial Day, melonjak 9,6 persen di atas rata-rata empat minggu sebelumnya. Itu adalah permintaan tertinggi sejak musim panas 2019.
Harga juga didorong oleh data China yang menunjukkan aktivitas pabrik negara itu tumbuh pada laju tercepat tahun ini pada periode Mei.
Namun, kenaikan harga minyak dibatasi oleh ekspektasi bahwa lebih banyak output akan menggerojoki pasar.
Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC Plus, juga sepakat untuk melanjutkan pelonggaran pembatasan pasokan secara perlahan dalam pertemuan mereka, tutur narasumber OPEC, karena produsen menyeimbangkan ekspektasi pemulihan permintaan terhadap kemungkinan peningkatan output Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya