Suara.com - Meski harga minyak mentah dunia melemah tipis pada perdagangan akhir pekan lalu tetapi membukukan penguatan mingguan seiring kuatnya data indikator ekonomi Amerika.
Mengutip CNBC, Senin (31/5/2021) harga minyak WTI menetap di harga 66,32 dolar AS setelah turun 0,79 persen pasca menyentuh harga tertinggi 67,52 dolar AS per barel terhitung sejak 8 Mei. Secara mingguan WTI naik 4,31 persen pada pekan lalu.
Sedangkan minyak Brent ditutup naik 0,24 persen pada 69,63 dolar AS per barel, membawa kenaikan mingguannya menjadi 4,8 persen.
"Didorong oleh data ekonomi yang baik dan selera risiko di antara investor di pasar keuangan, Brent membuat tawaran baru untuk angka psikologis penting USD 70 per barel," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.
"Kekhawatiran akan permintaan karena pandemi tersebut memberi jalan kepada optimisme mengingat konsumen akan kembali dengan cepat," tambahnya.
Analis memperkirakan permintaan minyak global akan pulih mendekati 100 juta barel per hari pada kuartal ketiga karena perjalanan musim panas di Eropa dan Amerika Serikat menyusul program vaksinasi COVID-19 yang meluas.
"Permintaan bensin sekarang telah melampaui level 2019 di banyak bidang," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat, ekonomi dan konsumen minyak terbesar di dunia, juga memberikan dukungan karena jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah sejak pertengahan Maret 2020, melampaui perkiraan.
Baca Juga: Trend Meningkat, Sumut Ekspor Minyak Jelantah 1,677 Juta Kilogram, Malaysia Terbanyak
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026