Suara.com - Investasi kini bisa dilakukan dengan cara apapun. Mulai dari investasi properti hingga investasi saham di pasar modal. Terbaru, kini masyarakat bisa melakukan investasi di bidang pertanian.
Marketing Creative Crowde Indonesia, Aldy Rahmadiansyah menyebut, investasi di bidang pertanian cukup menjanjikan.
Sebab, lahan pertanian secara historis mengalami pertumbuhan yang stabil. Ini berbeda dengan real estate, lahan pertanian tampaknya menjadi investasi jangka panjang yang menarik.
"Ada begitu banyaknya lahan pertanian yang tersedia dikarenakan adanya kebutuhan dan permintaan. Banyak produk atau barang yang dihasilkan dari hasil pertanian. Oleh sebab itu, ketika ada persediaan produk atau barang yang terbatas, maka kebutuhan akan barang itu pun meningkat beserta dengan kenaikan harga," ujar Aldy dalam keterangannya, Minggu (13/6/2021).
Dalam hal ini, Aldy menyebut Crowde bisa membantu masyarakat untuk bisa berinvestasi di bidang pertanian.
Dengan metode crowd-lending dan P2P lending, Crowd bergerak sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat yang disalurkan pada proyek petani.
Dengan cara ini, itu memungkinkan siapapun untuk memberikan modal dan memilih proyek mana yang ingin dimodali.
Adapun permodalan disalurkan oleh Crowde berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petaninya. Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian bisa dilakukan petani di aplikasi Crowde.
"Dalam pencairan dananya, Crowde memilih untuk mendata setiap kebutuhan petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian," kata Aldy.
Baca Juga: Dedi: Sektor Pariwisata dan Pertanian Tak Boleh Saling Mematikan
Berita Terkait
-
Dedi: Sektor Pariwisata dan Pertanian Tak Boleh Saling Mematikan
-
Berdayakan Masyarakat Lokal, Talasi Berupaya Ciptakan Produk Premium dari Alam
-
Produktivitas Petani Indramayu Meningkat Berkat Irigasi Pipa yang Dibangun Kementan
-
Millenial Smartfarming di Bali Cetak Petani Berkapasitas Ekspor
-
Pemasok Telur Hingga Perusahaan Ritel Terkemuka Dilaporkan ke Kementan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya
-
LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
-
Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau
-
Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026