Suara.com - Pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda membuat perekonomian sulit untuk bangkit. Buntutnya, banyak generasi milenial (kelahiran 1980-1996) yang kesulitan memperoleh pekerjaan selama hampir dua tahun belakangan ini.
Padahal, sudah barang pasti para milenial ingin memiliki semacam pembuktian dan sumber pendapatan yang stabil bila berkaca dari rentang usia mereka saat ini.
Lantas, apakah sebagian milenial benar-benar dihadapkan pada ‘jalan buntu’ dalam upaya untuk menemukan sumber pendapatan di masa pandemi? Ternyata tidak juga.
Sejalan dengan berlangsungnya transisi jual-beli ke format digital, terbuka kesempatan-kesempatan baru yang dapat dieksplorasi oleh para kaum milenial.
Apalagi, generasi satu ini memang berkembang pada masa di mana teknologi sedang pesat-pesatnya berkembang, sehingga cukup cakap mengoperasikan perangkat digital.
"Mereka terkenal mudah beradaptasi dengan teknologi, bukan hanya sebagai konsumen tapi juga creator," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira ditulis Senin (21/6/2021).
Terbukti, saat ini kaum milenial begitu mendominasi lapangan pekerjaan berbasis teknologi. Selain menerapkan keunggulan ini di perusahaan tempat mereka bernaung, banyak juga yang mengaplikasikan pemahaman terhadap teknologi untuk menjadi technopreneur, atau bahkan trendsetter dengan berkarya sebagai content creator.
Masih berhubungan dengan potensi kesempatan berdasar kemampuan yang dimiliki, CNI dapat menjadi solusi bagi para milenial cakap gadget yang tengah terdampak pandemi.
Selain konsisten menunjukkan eksistensi selama lebih dari 30 tahun terakhir, CNI juga menawarkan produk-produk yang banyak dibutuhkan di masa pandemi.
Baca Juga: Kurangi Mobilitas Warga Masa Pandemi, Kota Bogor Berlakukan Ganjil-Genap Akhir Pekan
“Selama pandemi ini, terdapat tren pertumbuhan mitra dari kalangan milenial yang cukup baik. Apalagi, kebetulan kami juga memang menyediakan produk sejenis Ester-C yang diminati konsumen untuk memperkuat imunitas tubuh,” kata Head of Sales and Distribution CNI, Theo SP.
Disinggung soal fleksibilitas, Theo menjamin kebebasan bagi para mitra untuk menentukan waktu dan tempat saat menjalankan bisnis.
Hal ini tidak lepas dari tersedianya platform M-CNI, yang memungkinkan para mitra untuk menjalankan bisnis dari mana dan kapan saja dengan ‘hanya’ bermodalkan telepon genggam maupun laptop, cocok dengan profil milenial masa kini yang tidak pernah jauh dari kedua perangkat tersebut.
“Tentunya, keunggulan (dari segi fleksibilitas) ini dapat menjadi peluang pendapatan tambahan bagi mitra-mitra milenial, baik yang menggeluti pekerjaan lain ataupun tidak. Apalagi, generasi milenial juga dikenal tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi, sehingga kami yakini tidak akan kesulitan untuk mempelajari dan menggunakan aplikasi M-CNI. Cukup kembangkan ide pemasaran dan maksimalkan channel serta fitur yang ada di media sosial masing-masing,” ucapnya.
“Andaipun ada rekan milenial yang kesulitan menggunakan M-CNI atau memiliki hambatan dalam menjalankan bisnis, kami sangat welcome untuk membantu pengembangan soft dan hard skill para mitra. Komitmen ini kami wujudkan dalam bentuk sejumlah fasilitas yang bebas diakses, seperti Rancangan Bisnis CNI (RBC) yang berisikan pemaparan lengkap seputar bisnis, hingga seminar-seminar yang diadakan secara rutin,” papar Theo.
Berdasarkan pengamatannya, Theo mendapati cukup banyak mitra milenial yang meraih kesuksesan saat menjalankan bisnis CNI. Bahkan, tidak jarang ada mitra yang mendapat penghargaan dan penghasilan yang tak main-main di usia muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?