Suara.com - Satu tahun setengah sudah pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Hal ini tentu memberikan dampak yang signifikan untuk beberapa sektor. Salah satunya adalah sektor kesehatan dan juga perekonomian. Banyak usaha kecil mengalami kerugian lantaran bisnis mereka tidak bisa beroperasi secara normal.
Namun hal tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.
Media sosial telah banyak membantu orang-orang mengembangkan bisnis online. Jadi, Himani Sharma, Co-Founder Media Binding Relations berbicara tentang beberapa cara untuk menumbuhkan kehadiran media sosial dari bisnis kecil Anda.
Cara mengembangkan bisnis online
Dilansir melalui Pinkvilla, bisnis dari semua ukuran menghadapi beban pandemi COVID-19 dengan penguncian berulang dan resesi ekonomi global.
Namun, kehadiran pengguna media sosial tumbuh secara eksponensial ketika orang menemukan hiburan di dunia maya untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan yang luar biasa.
Oleh karena itu, bisnis perlu memanfaatkan kehadiran media sosial yang sedang booming untuk keuntungan mereka untuk tetap bertahan di tengah krisis COVID-19.
Media sosial adalah alat yang ampuh bagi usaha kecil untuk menjangkau audiens mereka guna membangun nilai merek dan membina hubungan yang langgeng dan setia dengan pelanggan dan prospek.
Berikut adalah beberapa strategi media sosial yang efektif untuk membangun kehadiran media sosial Anda yang dibagikan oleh Himani Sharma, Co-Founder Media Binding Relations.
Baca Juga: Fenomena Panic Buying dan Peningkatan Penggunaan Media di Tengah Pandemi
Memilih jaringan yang tepat
Demi pertumbuhan media sosial yang sukses, penting untuk mengetahui jenis platform yang tepat, yang bergantung pada jenis audiens yang ingin Anda targetkan.
Jika Anda ingin terlibat dengan audiens yang tertarik dengan mode, seni, gaya hidup, dan perjalanan, media sosial Facebook, Instagram, dan Pinterest adalah pilihan sempurna.
Di sisi lain, LinkedIn adalah media terbaik untuk jaringan bisnis, Twitter untuk berbagi informasi sensitif waktu, sedangkan Snapchat untuk menyediakan konten yang dipersonalisasi.
Terlibat secara Aktif dengan Audiens
Media sosial adalah platform komunikasi dua arah sehingga hanya mengunggah dan berjalan pergi tidak akan membantu untuk membuat koneksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS