Suara.com - PT Link Net Tbk (LINK) dengan brand First Media meluncurkan DUIT (Dana Usaha dan Internet Tanpa Batas) untuk membantu pengembangan dan pemulihan ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
DUIT adalah program kemitraan Link Net dengan Nobu Bank berupa bundling KUR-NET atau produk kredit dana usaha dan layanan internet. Program ini ditujukan bagi seluruh pelanggan ataupun calon pelanggan First Media, khususnya mereka para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di wilayah First Media beroperasi.
Director of Residential Sales Link Net, Sutrisno Budidharma mengatakan, bahwa program DUIT merupakan bagian dari kampanye #BeneranTanpaBatas yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan produktivitas serta mendorong masyarakat semakin solid menghadapi berbagai tantangan, terlebih di masa pandemi ini.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas perekonomian masyarakat melemah, termasuk mereka yang bergerak di sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), dimana sektor ini berkontribusi besar terhadap PDB nasional dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Sebagai wujud komitmen dan bentuk kepedulian Link Net terhadap kondisi yang dialami oleh para pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan ekonomi kreatif, kami menghadirkan program DUIT. Dengan kredit dana usaha dan layanan internet tanpa batasan kuota, kami berharap perekonomian sektor ini bisa pulih kembali. Selain itu, kami juga menyelenggarakan kegiatan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya,” Jelas Sutrisno ditulis Senin (9/8/2021).
Implementasi program DUIT tahap pertama dimulai pada Maret lalu, di wilayah Bandung, Jawa Barat. Menurut data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, 98 persen dari 4,6 juta unit usaha UMKM adalah usaha mikro dan kecil.
Kadin KUK Jabar melansir bahwa pendapatan pelaku UMKM mengalami penurunan drastis hingga 80 persen.
Ketua Dekranasda Provinsi Jabar usai melakukan tinjauan di acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 pada Maret lalu juga menyebut, dari 58 ribu UMKM Jabar yang terdampak pandemi, 14 ribu diantaranya merupakan sektor ekonomi kreatif.
Untuk mengoptimalkan program dukungan ini, Link Net berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya lembaga perbankan. Head of Consumer & Micro Nobu Bank, Juanita A. Luthan turut menjelaskan bahwa kerja sama ini bagi pihaknya merupakan kolaborasi pertama dengan perusahaan telekomunikasi.
Baca Juga: Daftar BLT UMKM sampai Besok 8 Agustus, Ini Syarat dan Dokumen Agar Dapat Rp 1,2 Juta
“Kami sangat senang bisa mendukung upaya-upaya yang dapat membantu pelaku UMKM untuk bisa bertahan dan bangkit kembali. Dengan proses pengajuan mudah dan cepat, suku bunga rendah, Nobu Bank akan memastikan kemudahan bagi calon pelanggan maupun pelanggan setia First Media yang memiliki usaha mikro hingga menengah, untuk bisa mendapatkan dana usaha dari produk KUR Nobu Bank. Di samping itu, calon nasabah juga berkesempatan untuk mendapatkan layanan First Media gratis selama tiga bulan,” tutur Juanita.
Hingga saat ini, hasil dan respon masyarakat terhadap program DUIT cukup positif. Sebanyak lebih dari 300 UMKM di wilayah Bandung, Jawa Barat telah merasakan manfaat program, dan diprediksi jumlahnya masih akan bertambah.
Program tahap berikutnya berlanjut ke kota-kota lain yakni Solo, Yogyakarta, Semarang yang dilaksanakan pada Juni dan di bulan Juli, program diperluas ke Jabodetabek dan Surabaya.
Haryana Syarief pemilik toko Pot Saia, salah satu pelaku UMKM di Bandung mengungkapkan manfaat mengikuti program DUIT. Program ini berdampak sangat positif terhadap usaha pot gerabah online yang dilakoninya, semenjak pekerjaannya sebagai pelayar terkena dampak pandemi.
“Didukung internet tanpa batasan kuota dari First Media, kini saya sanggup melayani permintaan pelanggan dengan cepat, dan sangat terbantu dengan adanya modal usaha dari Nobu Bank. Harapannya, program ini bisa merangkul lebih banyak lagi pelaku usaha seperti saya dan bisa memajukan UMKM di Indonesia,” ucapnya.
Link Net melalui unit bisnis First Media wilayah Jawa Barat dan First Academy juga menambahkan manfaat program dengan memberikan pendampingan kepada partisipan program DUIT di area Bandung dan sekitarnya, berupa pelatihan dasar keuangan dan jualan online.
Ke depannya, untuk memperkuat komitmen dukungan terhadap UMKM di Indonesia, First Academy mulai mengembangkan FA-DEH atau First Academy Digital Economy Hub.
FA-DEH merupakan program inkubatori bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang memfasilitasi pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, program akselerasi pengusaha, serta expo produk UMKM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun