Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang kesulitan. Usaha pailit, kehilangan pekerjaan, hingga kehilangan keluarga selama wabah seakan jadi suatu hal yang harus diterima meski berat. Kini, banyak orang yang memulai bisnis online.
Meski nampak sederhana, nyatanya memulai bisnis online juga harus melalui langkah sulit agar mampu berjalan. Tips memulai usaha bisnis selama pandemi memang tidak mudah. Namun, jika dijalankan dengan tekun, bukan tidak mungkin usaha ini justru membuat anda memperoleh kebebasan finansial.
Semua hal besar dimulai dari hal kecil, kata-kata ini sering terlintas di kepala kita. Namun, patut diketahui, ada banyak contoh bisnis online skala internasional yang dimulai dari hal kecil, seperti Amazon, Apple, dan Google yang konon bermula dari garasi mobil.
Dikutip dari Digstraksi, ada 6 langkah dan tahapan yang patut dilakukan dalam merintis bisnis online dengan modal minim atau bahkan tanpa modal sama sekali.
1. Memiliki Pandangan Bisnis ke Depan
Langkah pertama yang harus dilakukan di saat hendak merintis bisnis, baik online maupun offline adalah menata mindset atau cara pikir tentang bisnis yang benar. Hal ini akan menjadi pondasi usaha anda.
Cara pikir yang benar tentang bisnis akan menuntun kepada langkah-langkah yang tepat pada tahap berikutnya, sebaliknya, cara pikir yang salah tentang bisnis hanya akan menyengsarakan dan membuat bisnis yang kita rintis tidak bertahan lama.
Kokohnya cara pikir yang benar dalam bisnis akan sangat berguna di saat kita mengalami kegagalan. Orang dengan mindset bisnis yang benar akan menganggap kegagalan sebagai bagian dari proses perjalanan merintis bisnis dan mengambil pelajaran darinya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah berikutnya.
Sementara, orang yang gagal akan memandang kegagalan sebagai alasan untuk menyerah.
Baca Juga: LIVE: Problematika Bisnis Digital di Masa Pandemi
2. Menentukan Pangsa Pasar
Usai menata cara pandang bisnis yang benar, maka langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah menentukan sasaran pasar atau target market yang bisa kita jangkau.
Hal yang jarang orang ketahui adalah bahwa sebenarnya pikiran kepada siapa kita akan menjual ternyata jauh lebih penting daripada pikiran apa yang akan kita tawarkan.
Kita bisa memulai langkah ini dengan melihat-lihat pada orang-orang sekitar yang bisa kita jangkau; teman sekolah, teman kampus, keluarga, tetangga, siswa, dan siapapun yang biasa kita temui dalam aktifitas kita sehari-hari. Pikirkan apa yang mereka butuhkan dan berikan solusi!
Jika kita memulai bisnis dengan berfokus pada produk atau jasa yang akan coba kita tawarkan, maka mangsa pasar kita hanyalah orang yang butuh kepada produk atau jasa tersebut, dan bisa jadi orang-orang yang butuh pada produk dan jasa tadi, jauh dari jangkauan yang bisa kita upayakan, sehingga akibatnya, produk dan jasa yang coba kita tawarkan akan sepi peminat dan tidak laku terjual seperti yang kita inginkan.
Namun, akan berbeda jika kita memulai dengan memikirkan orang-orang yang bisa kita jangkau terlebih dahulu, pikirkan barang atau jasa apa yang mereka butuhkan, lalu kita bisa menyediakannya untuk kemudian ditawarkan pada mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran