- BPS mengestimasi produksi beras nasional 2025 mencapai 34,71 juta ton, dengan surplus tahunan tercatat 3,81 juta ton.
- Pengamat Khudori menyatakan lonjakan produksi 2025 disebabkan perluasan area tanam, bukan peningkatan produktivitas lahan.
- Faktor pendukung utama kenaikan produksi 2025 meliputi iklim mendukung, fokus anggaran Kementan, dan perluasan luas panen.
Suara.com - Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 diestimasi menembus angka 34,71 juta ton, atau mengalami kenaikan drastis sebesar 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.
Capaian ini menjadi rekor produksi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sejak 2018. Selain itu, Indonesia juga mencatatkan surplus beras tahunan sebesar 3,81 juta ton—angka surplus tertinggi kedua setelah prestasi tahun 2018 yang mencapai 4,7 juta ton.
Meski demikian, pengamat pertanian kenamaan, Khudori, memberikan catatan kritis di balik angka-angka optimistis tersebut.
Khudori mengakui bahwa realisasi produksi beras tahun 2025 tergolong luar biasa. Namun, ia menekankan bahwa lonjakan ini tidak didorong oleh efisiensi atau peningkatan produktivitas lahan per hektare, melainkan lebih banyak disebabkan oleh faktor ekstensifikasi atau perluasan area tanam.
“Harus diakui, produksi beras 2025 tergolong luar biasa,” ujar Khudori dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026). Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi ini disumbang oleh penambahan luas panen yang mencapai 1,29 juta hektare.
Di sisi lain, peningkatan produktivitas padi sendiri dinilai masih sangat terbatas dan cenderung stagnan. “Kenaikan produktivitas tetap minor seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya 0,45 persen,” ungkapnya.
Selain faktor perluasan lahan, Khudori menyoroti tiga variabel utama lainnya yang menjadi pemicu utama meroketnya stok pangan nasional di tahun 2025:
- Kondisi Iklim yang Mendukung: Sepanjang 2025, curah hujan terpantau konsisten sepanjang tahun. Fenomena "berkah alam" ini memungkinkan wilayah-wilayah yang biasanya kesulitan air tetap bisa ditanami padi secara produktif.
- Fokus Anggaran Kementan: Sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Pertanian, sangat terkonsentrasi pada upaya pemacu produksi padi dan jagung.
- Perluasan Luas Panen: Penambahan luas lahan panen yang masif menjadi motor utama volume produksi secara agregat.
Tantangan Keberlanjutan di Tahun 2026
Meskipun capaian 2025 memberikan rasa aman pada ketahanan pangan nasional, Khudori mempertanyakan apakah tren ini akan berlanjut di tahun 2026.
Baca Juga: Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
Menurutnya, ketergantungan pada faktor cuaca dan penambahan lahan memiliki risiko tersendiri jika tidak dibarengi dengan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas per hektare.
“Apakah kenaikan akan berlanjut di 2026?” pungkas Khudori,
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus