- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi paling banyak dilepas investor global dengan *net sell* Rp1,58 triliun selama minggu pertama Januari 2026.
- UBS AG London menjual 289,6 juta lembar saham BUMI pada 6 Januari 2026 untuk lindung nilai transaksi derivatif.
- Jumlah pemegang saham ritel domestik BUMI melonjak drastis mencapai 361.728 pihak per akhir Desember 2025.
Suara.com - Kinerja saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih menjadi salah satu yang disorot awal 2026.
Berdasarkan rangkuman data perdagangan periode 5 hingga 9 Januari 2026, emiten pertambangan batu bara raksasa milik kolaborasi Grup Bakrie dan Grup Salim ini mencatatkan diri sebagai saham yang paling banyak dilepas oleh investor global.
Sepanjang pekan pertama Januari tersebut, nilai jual bersih (net sell) investor asing pada saham berkode BUMI mencapai angka fantastis, yakni Rp1,58 triliun di pasar reguler.
Tekanan jual pada BUMI melampaui saham-saham blue chip lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat net sell Rp1,15 triliun dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp413,9 miliar.
Meski diterpa aksi jual asing yang masif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Jumat (9/1/2026) tetap mampu bertahan di zona hijau, menguat 0,13% ke level 8.936,7.
Nilai transaksi harian bursa pun tergolong sangat likuid dengan total mencapai Rp27,3 triliun.
Salah satu faktor pendorong derasnya aliran modal asing yang keluar dari saham BUMI berasal dari transaksi yang dilakukan oleh institusi finansial global, UBS AG London.
Dalam laporan keterbukaan informasi di BEI, UBS AG diketahui melepas 289,6 juta lembar saham BUMI pada 6 Januari 2026 dengan harga rata-rata Rp462 per saham. Melalui transaksi tersebut, UBS AG berhasil meraup dana segar sekitar Rp133,8 miliar.
Pihak UBS AG menjelaskan bahwa langkah divestasi tersebut bukan tanpa alasan fundamental. "UBS menjual saham untuk lindung nilai terhadap aktivitas perdagangan derivatif," tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
Transaksi ini menyebabkan porsi kepemilikan UBS AG di BUMI menyusut tipis dari 6,04% menjadi 5,96%.
Sebelumnya, pada 5 Januari 2026, institusi ini juga sempat melakukan transaksi rebalancing dengan membeli sekaligus menjual saham BUMI dalam volume besar guna menyesuaikan posisi akun Omnibus mereka terhadap fluktuasi instrumen derivatif.
Anomali Pasar: Jumlah Investor Ritel Meroket 70%
Fenomena menarik terjadi di balik aksi lepas saham oleh investor asing dan institusi besar. Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham per 30 Desember 2025, jumlah pemilik saham BUMI justru mengalami lonjakan luar biasa.
Hanya dalam waktu satu bulan (Desember 2025), jumlah pemegang saham BUMI bertambah sebanyak 148.255 pihak.
Total investor BUMI kini menembus angka 362.993 pihak, melesat jauh dibandingkan posisi akhir November yang hanya sebesar 214.738 pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak