- Data Bapanas Minggu (11/1/2026) menunjukkan mayoritas harga pangan strategis turun, terutama cabai rawit merah koreksi 2,23%.
- Harga beras bervariasi; beras khusus lokal turun, sedangkan beras medium non-SPHP mengalami kenaikan tipis pada periode tersebut.
- Kelompok protein hewani menunjukkan fluktuasi; daging ayam naik, tetapi daging sapi murni mencatatkan sedikit penurunan harga.
Suara.com - Kondisi harga bahan pokok di pasar nasional menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada akhir pekan kedua Januari 2026.
Berdasarkan data terbaru Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Minggu (11/1/2026), mayoritas komoditas pangan strategis mengalami tren penurunan harga yang cukup melegakan konsumen, meski beberapa pos bahan pokok lainnya masih mencatatkan kenaikan tipis.
Penurunan paling signifikan terjadi pada kelompok hortikultura, khususnya keluarga cabai. Komoditas cabai rawit merah menjadi primadona penurunan hari ini dengan koreksi harga sebesar 2,23 persen atau turun Rp1.224, sehingga kini rata-rata nasional berada di level Rp53.725 per kilogram.
Menyusul jejak cabai rawit, harga cabai merah keriting juga mengalami penyusutan sebesar 2,26 persen atau turun Rp940 menjadi Rp40.636 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah besar menunjukkan stabilitas dengan penurunan tipis 0,36 persen di angka Rp38.912 per kilogram.
Sektor bumbu dapur lainnya, yakni bawang merah, turut mencatatkan penurunan harga sebesar 0,26 persen menjadi Rp43.610 per kilogram.
Sebaliknya, bawang putih bonggol justru mengalami anomali dengan kenaikan tipis 0,19 persen, yang membawa harganya ke level Rp38.557 per kilogram.
Harga Beras dan Sektor Protein
Di sektor sereal, pergerakan harga beras terpantau sangat beragam tergantung pada jenisnya:
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Mayoritas Turun, Cabai hingga Beras Terkoreksi
- Beras Khusus Lokal: Mengalami penurunan 0,70 persen menjadi Rp15.776 per kg.
- Beras Medium Non-SPHP: Naik tipis 0,14 persen ke level Rp13.818 per kg.
- Beras SPHP (Bulog): Relatif stabil dengan kenaikan minor di angka Rp12.475 per kg.
Lonjakan tertinggi pada kelompok pangan strategis hari ini justru dialami oleh jagung di tingkat peternak. Harga jagung meroket 1,28 persen atau naik Rp89 menjadi Rp7.049 per kilogram.
Kenaikan ini berpotensi memberikan tekanan pada biaya produksi di sektor peternakan unggas ke depannya.
Pada sektor protein hewani, daging ayam ras merangkak naik 0,48 persen menjadi Rp39.292 per kilogram.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan daging sapi murni yang turun tipis 0,10 persen ke level Rp135.767 per kilogram, serta telur ayam ras yang relatif stabil di angka Rp31.132 per kilogram.
Kabar baik datang dari sektor minyak goreng, di mana seluruh varian kompak mengalami penurunan harga.
Minyak goreng kemasan kini dibanderol rata-rata Rp20.950 per liter (turun 0,12%), sementara Minyakita turun 0,18% menjadi Rp17.649 per liter. Minyak goreng curah juga melemah tipis ke level Rp17.617 per liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton
-
Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK
-
Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok